Rabu, 15 Januari 2014

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA
KURIKULUM 2013
(Peminatan Bidang MIPA)

Satuan Pendidikan       : SMA/MA
Kelas                           : XII
Kompetensi Inti          
KI 1 :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :  Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :  Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :  Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar (KD)
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
2.3   Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Struktur, tata nama, sifat,penggolongan, dan kegunaan                                            Karbohidrat                                     
Mengamati (Observing): 
·      Menggali informasi dengan cara  membaca/ melihat/ mengamati/ menyimak tentang struktur, tata nama, sifat, penggolongan, dan kegunaan karbohidrat (monosakarida, disakarida, dan polisakarida).
Menanya (Questioning)
·     Menyusun pertanyaan  tentang bagaimana struktur disakarida dan polisakarida dan bagaimana hidrolisis polisakarida.
·     Apakah gula sintetis termasuk karbohidrat
·     Apa yang menyebabkan penyakit diabetes (gula darah tinggi) dan bagaimana mengidentifikasinya
Mengumpulkan data (Experimenting)
·    Mendiskusikan rumus struktur, penggolongan dan isomer senyawa karbohidrat
·    Merancang, kemudian melakukan percobaan uji glukosa, selulosa dan amilum.
·    Mendiskusikan kegunaan senyawa karbohidrat
Mengasosiasi (Associating)
·     Mengolah data  dan menyimpulkan hasil percobaan.
·     Menghubungkan  hasil percobaan uji glukosa, selulosa dan amilum dengan konsep reaksi hidrolisis polisakarida
Mengkomunikasikan (Communicating)
·     Mengkomunikasikan  secara tertulis (membuat  laporan tertulis)  atau lisan tentang hasil percobaan uji glukosa, selulosa dan amilum.
Tugas
·     Membuat peta konsep tentang karbohidrat
·     Merancang percobaan uji karbohidrat

Observasi
·     Sikap ilmiah pada saat melakukan percobaan uji glukosa, selulosa, dan amilum
Portofolio
·     Peta konsep
·     Laporan hasil percobaan
Tes tertulis
·     Pemahman tentang struktur,  sifat dan penggolongan                                            Karbohidrat                                  

2 mgg X 4 jp
·  Buku Kimia Kelas XII
·  CD Kimia Karbon
·  Situs kimia tentang Kimia Karbon

3.1      Menganalisis struktur, tata nama, sifat dan penggolongan makromolekul (polimer, karbohidrat, dan protein)
4.7      Menalar dan menganalisis struktur, tata nama, sifat dan kegunaan makromolekul (polimer, karbohidrat, dan protein)


Struktur, tata nama, sifat, kegunaan dan penggolongan Protein
Mengamati (Observing): 
·    Menggali informasi dengan cara  membaca/ melihat/ mengamati/ menyimak tentang struktur, tata nama, sifat, kegunaan dan penggolongan protein.
Menanya (Questioning)
·    Mengajukan pertanyaan  tentang  struktur asam amino, ion zwitter, variasi struktur asam amino dengan harga pH, asam amino esensial dan non-esensial,  asam nukleat struktur protein serta kegunaannya.
Mengumpulkan data (Experimenting)
·    Mendiskusikan aturan IUPAC untuk memberi nama protein
·      Mengumpulkan data struktur asam amino, ion zwitter, variasi struktur asam amino dengan harga pH, asam amino esensial dan non-esensial,  asam nukleat, struktur proteinserta kegunaannya
·      Merancang, kemudian melakukan percobaan uji protein.
·      Mengamati dan mencatat hasil percobaan
Mengasosiasi (Associating)
·      Mengolah dan menyimpulkan hasil percobaan.
·      Menghubungkan  hasil percobaan uji protein dengan struktur protein dan sifat-sifatnya. 
Mengkomunikasikan (Communicating)
·      Mengkomunikasikan  secara tertulis (membuat  laporan tertulis)  atau lisan tentang hasil percobaan uji protein.
Tugas
·     Membuat peta konsep tentang protein
·     Merancang percobaan uji protein

Observasi
·     Sikap ilmiah pada saat melakukan percobaan uji protein
Portofolio
·     Peta konsep
·     Laporan hasil percobaan
Tes tertulis
·     Pemahaman tentang struktur, tata nama, sifat, kegunaan dan penggolongan: protein.
1 mgg X 4 jp
·  Buku Kimia Kelas XII
·  CD Kimia Karbon
·  Situs kimia tentang Kimia Karbon

1.1      Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan, reaksi redoks, keragaman sifat unsur, senyawa makromolekul sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Struktur, tata nama, sifat,penggolongan, dan kegunaan Lemak
Mengamati (Observing): 
·    Menggali informasi dengan cara  membaca/ melihat/ mengamati/ menyimak tentang struktur, tata nama, sifat,penggolongan, dan kegunaan lemak.
Menanya (Questioning)
·    Mengajukan  pertanyaan  tentang struktur lemak, tata nama lemak, reaksi hidrogenasi lemak, perbedaan lemak dan minyak, komposisi  asam lemak dalam minyak dan lemak.
·    Apa yang menyebabkan obesitas pada manusia
Mengumpulkan data (Experimenting)
·    Mendiskusikan aturan IUPAC untuk memberi nama lemak
·    Mengumpulkan data tentang struktur lemak, reaksi hidrogenasi lemak, perbedaan lemak dan minyak, komposisi  asam lemak dalam minyak dan lemak.
·    Mendiskusikan kegunaan lemak dan minyak

Mengasosiasi (Associating)
·    Menghubungkan  struktur lemak (misalnya  struktur omega -3, omega-6, omega-9, struktur lemak lain) dengan kesehatan manusia.

Mengkomunikasikan (Communicating)
·    Mempresentasikan sifat, kegunaan, dan pengaruh lemak bagi kesehatan manusia.

Tugas:
·     Menulis artikel/ leaflet /brochure tentang “Sifat dan kegunaan lemak bagi manusia”

Observasi
-

Portofolio
·     Artikel yang ditulis

Tes tertulis
·     Pemahaman tentang struktur, tata nama, sifat, penggolongan, dan kegunaan lemak
1 mgg X 4 jp
·  Buku Kimia Kelas XII
·  CD Kimia Karbon
·  Situs kimia tentang Kimia Karbon

1.2      Mensyukuri kelimpahan unsur golongan utama dan golongan transisi di alam Indonesia sebagai bahan tambang merupakan anugerah Tuhan YME yang digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

2.1      Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2      Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3   Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.10  Menganalisis struktur, tata nama, penggolongan, sifat, dan kegunaan lemak
4.10  Menalar dan menganalisis struktur, tata nama, penggolongan, sifat, dan pengaruh lemak bagi tubuh manusia.


Minggu, 12 Januari 2014

Soal Objektif Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Materi Pokok                : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

 


Pilihlah satu jawaban yang benar !
1.        Berikut pernyataan yang benar mengenai suatu larutan yang telah mencapai keadaan tepat jenuh adalah........
a.                             Keadaan dimana suhu larutan bertambah
b.                            larutan mengendap 
c.                             Proses melarut dan mengendap sama cepat
d.                            Proses melarut meningkat
e.                             Tepat terbentuk endapan
2.        Besarnya kelarutan dipengaruhi oleh...........
a.                   pH, udara, klembaban
b.                  jenis zat terlarut, pH, kelembaban
c.                   jenis zat terlarut, pH, tekanan, udara
d.                  jenis zat terlarut, jenis zat pelarut, udara
e.                   jenis zat terlarut, jenis pelarut, suhu, pH, volume
3.        Jika kelarutan suatu garam adalah x mol/L, maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah….
a.    x mol garam dilarutkan akan terbentuk endapan
b.    x mol garam dilarutkan akan terbentuk larutan lewat jenuh
c.    x mol garam akan larut dalam 1 gram air
d.   garam dilarutkan kurang dari x mol maka terbentuk endapan
e.    Dalam 1 L, jumlah maksimum garam yang dapat larut adalah x mol
4.        Dalam 250 mL larutan jenuh AgCl terkandung AgCl sebanyak 0,05 mmol. Kelarutan garam tersebut adalah............mol/L
a.                                                                                                     0,2                   c. 0,002                       e. 0,005
b.                                                                                                    0,02                 d. 0,05
5.        Suatu larutan 11,6 gram Mg(OH)2 dilarutkan dalam 500 mL larutan dan diperoleh Mg(OH)2 tepat jenuh. Maka kelarutan Mg(OH)2 tersebut adalah......(Ar Mg = 24, O = 16, H = 1)
a.                               0,2 M                                                  c. 0,4 M                       e. 0,5 M
b.                              0,02 M                                                            d. 0,04 M
6.        Hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalam larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien ionisasinya disebut ....
a.                                   Zat terlarut
b.                                  Hubungan kelarutan
c.                                   Satuan kelarutan
d.                                  Kelarutan
e.                                   Tetapan hasil kali kelarutan
7.        Al2(CO3)3  (s) 2Al3+(aq)  +  3CO32-(aq)
Tetapan hasil kali kelarutan untuk Al2(CO3)3  adalah .....
a.    Ksp Al2(CO3)3  = [Al3+]2 [CO32-]3
b.    Ksp Al2(CO3)3 = [CO32-]
c.     Ksp Al2(CO3)3 = [Al3+]
d.   Ksp Al2(CO3)3 = [CO32-] / Al2(CO3)3
e.    Ksp Al2(CO3)3 = [Al32-] / Al2(CO3)3
8.        Bila kelarutan kalsium fosfat (Ca3(PO4)2) dalam air adalah a mol L–1, maka harga Ksp  dari zat itu adalah ....
a.     a2                                            c. 27a3                         e. 108a5          
b.    4a2                                           d. 27a4
9.        Hasil kali kelarutan timbal(II)iodida adalah ....
a.     Ksp PbI2 = [Pb2+] [I]2                                                d. Ksp PbI2 = [Pb2+] [2I]2
b.    Ksp PbI2 = [Pb2+] [2I]                                    e. Ksp PbI2 = [Pb2+] [I]
c.     Ksp PbI2 = [Pb2+] [I2–]

10.    Di antara senyawa Hg2Br2 ,  BaF2Ag3PO4, Fe(OH)3 masing – masing kelarutannya adalah s mol/L. Yang memiliki harga Ksp = 27S4 adalah ….
a.    Hg2Br2, BaF2, Ag3PO4            c. BaF2, Fe(OH)3         e. BaF2, Ag3PO4
b.    Hg2Br2, Ag3PO4                      d. Fe(OH)3Ag3PO4   
11.    Jika konsentrasi Ca2+ dalam larutan jenuh CaF2 = 2 x 103 mol L–1, maka hasil kali kelarutan CaF2 adalah ....
a.    8 x 10–8                                    c. 3,2 x 10-9                             e. 3,2 x 10–10
b.    3,2 x 108                                 d. 1,6 x 10–10
12.    Kelarutan Mg(OH)2 dalam air sebesar 1 x 10–2 mol L–1, maka Ksp Mg(OH)2 adalah ....
a.    1 x 10–6                                                c. 4 x 10–6                                        e. 4 x 10-4
b.    2 x 10–6                                                d. 2 x 10–4
13.    Jika pada ToC Ksp PbI2 = 4 x 10-9, maka massa PbI2  yang dapat larut untuk mendapatkan 100 mL larutan PbI2  jenuh adalah.........
a.                             0,462 mg                                 c. 46,2 mg                               e. 4620 mg
b.                            4,62 mg                                   d. 462 mg
14.    Kesetimbangan larutan pada reaksi :
Ag2CrO4 (s)  2Ag+ (aq) + CrO42- (aq)
Jika larutan Ag2CrO4 adalah x, maka tetapan hasil kali kelarutannya adalah....
a.                             x2                                 d. 27x3
b.                            4x2                               e. 27x4
c.                             4x3
15.    Persamaan Ksp suatu garam yang sukar larut [A+]2[B2-] adalah 4s3, maka rumus kimia garam tersebut adalah........
a.    AB                                                         c. A2B2                                                e.A2B3
b.    A2B                                                     d. AB2
16.    Konsentrasi ion Ca2+ dalam larutan jenuh Ca3(PO4)2 adalah x mol/L, maka kelarutan ion PO43- sebesar … mol/L
a.    2x/3                                         c. 3x/2                                     e. 3x
b.    x                                                          d. 2x
17.    Garam dengan kelarutan paling besar adalah … .
a.                             AgCl, Ksp = 1 x 10–10                         d. Ag2S, Ksp = 1,6 × 1026
b.                            AgI, Ksp = 1 x 10–16                           e. Ag2C2O4, Ksp = 1,1 × 10–11
c.                             Ag2CrO4, Ksp = 3,2 × 10–11
18.    Diketahui : 1. Barium Hidroksida,
2. Perak Klorida,
3. Kalsium Karbonat,
4. Barium Fosfat,
5. Perak Bromida
Zat-zat diatas yang memiliki kelarutan yang sama besar, jika Ksp-nya sama besar adalah...
a.                          2,3,4                                                      c. 1,2,3                                                e. 1,3,5           
b.                         2,3,5                                                      d. 1,2,4
19.    Jika Ksp Ag2CrO4 = 1,1 x 10-11, maka kelarutan Ag2CrO4 dalam air ialah ...
a.    6,5 x 10-5 M                                         d. 1,4 x 10-4
b.    13 x 10-5 M                                          e. 1,8 x 10-4 M
c.    0,9 x 10-5 M
20.    Suatu garam LM dilarutkan dalam 500 mL air, jika pada suhu tertentu Ksp garam tersebut adalah 1,6 x 10-11, maka mol garam LM yang larut adalah.....
a.    2x10-6  mol                              c. 2x10-5 mol                           e. 4x10-6 mol
b.    4x10-5  mol                             d. 8x10-6 mol
21.    Larutan  jenuh MgF2 sebanyak 100 ml pada 18oC diuapkan dan diperoleh x mgram MgF2 padat.  Jika Ksp MgF2 pada suhu yang sama adalah 6,9x10-9, maka x adalah …. (Ar Mg = 24, F = 19)
a.    7,4 mg                                     c. 12 mg                                  e. 6,4 x 10-3 mg
b.    6,4 mg                                                 d. 7,4 x10-3 mg
22.    Nilai Ksp untuk Ag2SO4 yang membentuk larutan jenuh ketika di dalamnya dilarutkan 5,4 gram Ag2SO4 dalam 1 liter air adalah..... Diketahui : Ar Ag = 108, S= 32, O = 16)
a.                   1,80 x 10-4                                    c. 2,30 x 10-6                           e. 1,98 x 10-8
b.                  1,96 x 10-5                                    d. 4,55 x 10-7
23.    Pernyataan berikut ini benar, kecuali..........
a.    Penambahan ion sejenis akan menggeser kesetimbangan ke arah reaktan v
b.    Penambahan kation sejenis memperkecil kelarutan suatu zat v
c.    Harga kelarutan suatu zat berubah jika dilakukan penambahan anion sejenis v
d.   Penambahan ion sejenis memperkecil kelarutan suatu zat v
e.    Penambahan ion sejenis memperbesar kelarutan suatu zat
24.    Dalam suatu larutan jenuh BaCO3 ditambahkan larutan BaSO4 maka yang akan terjadi adalah ….
a.       Penambahan BaSO4 akan membuat kelarutan BaCO3 akan semakin besar
b.      Penambahan BaSO4 akan membuat kelarutan BaCO3 akan semakin kecil
c.       Penambahan BaSO4 akan memperbesar kelarutan ion Ba2+
d.      Penambahan BaSO4 akan memperbesar konsentrasi ion CO32-
e.       Penambahan BaSO4 akan memperbesar kelarutan ion BaCO3
25.    Disediakan: Gelas I          : 0,01 M HCl               Gelas IV          : 0,20 M HCl
   Gelas II        : 0,10 M HCl               Gelas V           : 2,00 M HCl
   Gelas III       : 1,00 M HCl
Jika ke dalam kelima gelas kimia itu dilarutkan sejumlah perak kloorida padat, maka perak klorida padat akan paling mudah larut dalam gelas kimia bernomor.....
a.    I                                               c. III                            e. V

b.    II                                             d. IV